Jumat, 11 September 2015

makalah tanda-tanda kehamilan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap wanita yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang organ reproduksinya sehat, sangat besar kemungkinannya akan mengalami kehamilan.
Untuk mengatakan seorang wanita itu hamil, maka perlu dilakukan kajian terlebih dahulu terhadap data subyektif dan obyektif yang ditemukan pada wanita tersebut. Data subyektif artinya segala sesuatu yang dirasakan atau dialami oleh wanita yang sedang hamil atau sering disebut dengan gejala kehamilan sedangkan data obyektif adalah segala hal yang bisa diamati oleh orang lain pada diri seorang wanita yang sedang hamil atau sering diistilahkan dengan tanda kehamilan. Tanda kehamilan sendiri dibagi lagi menjadi tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian kehamilan?
2.      Apa yang dimaksud tanda-tanda kehamilan?
3.      Apa macam-macam tanda-tanda kehamilan?
4.      Apa saja tanda dugaan kehamilan?
5.      Apa saja tanda tidak pasti kehamilan?
6.      Apa saja tanda pasti kehamilan?

1.3  Tujuan Penulisan
1)      Tujuan Umum
a.       Untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai tanda-tanda kehamilan
b.      Untuk menambah wawasan pengetahuan kita kehamilan

2)      Tujuan Khusus
a.       Mengetahui macam-macam tanda kehamilan
b.      Mengetahui apa saja tanda dugaan kehamilan?
c.       Mengetahui apa saja tanda tidak pasti kehamilan?
d.      Mengetahui apa saja tanda pasti kehamilan?

1.4  Metode Penulisan
Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dari berbagai sumber buku dan media internet.




BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian Kehamilan
            Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap wanita yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang organ reproduksinya sehat, sangat besar kemungkinannya akan mengalami kehamilan.
Gamba 1: kehamilan
2.2 Tanda-tanda Kehamilan
            Tanda – tanda kehamilan adalah sekumpulan tanda atau gejala yang timbul pada wanita hamil dan terjadi akibat adanya perubahan fisiologi dan psikologi pada masa kehamilan.
2.3 Macam-macam tanda-tanda kehamilan
1.      Tanda dugaan/tidak pasti kehamilan
a.       Amenorea (tidak dapat haid)
Amenorrhea adalah suatu keadaan atau kondisi dimana pada seorang wanita tidak mengalami menstruasi sebagaimana mestinya atau secara sederhana disebut dengan tidak haid pada suatu periode atau masa menstruasi. Setiap orang atau dapat mengalami apa yang disebut dengan amenorrhea baik itu amenorrhea primer ataupun amenorrhea sekunder. Dikatakan amenorrhea primer adalah pada saat belum pernah mengalami menstruasi dan berusia 16 tahun atau lebih. Disebut dengan amenorrhea sekunder dimana seseorang mempunyai masa/periode atau siklus menstruasi yang normal akan tetapi kemudian seseorang tidak menstruasi selama 3 bulan atau lebih secara berurutan.
Pada wanita sehat dengan haid yang teratur , amenorhoe menandakan kemungkinan kehamilan. Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi. Penting diketahui tanggal hari pertama haid terakhir. Kadang-kadang amenorhoe disebabkan oleh hal-hal lain diantaranya penyakit berat seperti TBC, Typhus, Anemia atau karena pengaruh psychis misalnya karena perubahan lingkungan.
b.      Mengidam (mengingini makanan atau minuman tertentu).
Merupakan keinginan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu. Mengidam kemungkinan terjadi karena aktifnya hormon-hormon selama kehamilan, antara lain meningkatnya kadar progesteron. Naiknya kadar hormon ini berpengaruh pada fungsi dan metabolisme tubuh, salah satunya pada organ pencernaan dan produksi air liur.
Pada beberapa wanita, produksi air liur di awal kehamilan sangat meningkat. Hal ini selain menyebabkan ia jadi sering meludah, juga timbul rasa logam dan tebal di mulut yang membuat wanita hamil muda sering merasa mual dan muntah, dan ingin makan makanan yang rasanya tajam, seperti asam atau asin.
Pada saat hamil wanita membutuhkan banyak zat gizi, misalnya vitamin dan mineral ibu menjadi berkurang. Oleh sebab itu, tubuh mengalami kompensasi (bereaksi) untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut sehingga mencari makanan yang mengandung cukup banyak zat besi dan zat kapur. (Astuti, 27)
c.       Pingsan
Pada wanita hamil terjadi pengenceran darah akibat proses kehamilan, kekentalan darah yang berkurang menyebabakan zat penting, misalnya oksigen dan sari makanan, tidak dapat dialirkan dengan baik di dalam tubuh. Jika salah satu saja organ tubuh, misalnya otak kekurangan oksigen hal tersebut dapat menyebabkan pingsan. (Astuti, 27)
d.      Mammae menjadi tegang dan membesar.
Keadaan ini disebabkan oleh pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di mamma. Kelenjar montgomery tampak lebih jelas,, tetapi bukan merupakan tanda pasti kehamilan karena hal seperti ini juga bisa terjadi pada wanita yang akan mengalami menstruasi.
        Hal ini di sebabkab oleh hormon estrogen dan progesteron yang merangsng kantong susu dan kelenjar montgomery di payudara sehingga membesar sebagai persiapan untuk menyusui. Rasa nyeri dan tegang juga diikuti oleh pembesaran payudara secara bertahap. Rasa nyeri hampir sama dengan ketika rasa nyeri setelah menstruasi. (Astuti, 30)
e.       Nausea (enek) dan emesis (muntah)
Gambar 2
Enek umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, disertai kadang-kadang oleh emesis. Sering terjadi pada pagi hari, tetapi tidak selalu. Keadaan ini lazim disebut morning sickness. Dalam batas-batas tertentu keadaan ini masih psikologik. Bila terlampau sering, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan disebut hipermesis gravidarum.
f.       Sering kencing
Terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada triwulan kedua umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada akhir triwulan gejala bisa timbul karena janin bisa masuk ke rongga panggul dan menekan kembali kandung kencing.
g.      Obstipasi
adalah bentuk konstipasi parah dimana biasanya disebabkan oleh terhalangnya pergerakan feses dalam usus (adanya obstruksi usus) disebabkan oleh pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltic usus  (tonus otot menurun) sehingga kesulitn untuk BAB.
Tidak lancar buang air besar disebabkan oleh hormon steroid yang meningkat sehingga menyebabkan pertaltik usus lambat. Kotoran menjadi sulit dikeluarkan, sedangkan cairan yang tersisa terus diserap. Akibatnya, kotoran menajdi keras dan sulit dikeluarkan. (Astuti, 30)
h.      Pigmentasi kulit
Terjadi pada kehamilan 12 minggu ke atas. Pada pipi, hidung, dan dahi kadang-kadang tampak deposit pigmen yang berlebihan, dikenal sebagai kloasma gravidarum.
i.        Epulis Gravidarum
adalah suatu tumor yang bersifat jinak non-neoplastic dan pertumbuhannya berada di atas gingiva (interdental papilla) yang berasal dari periodontal dan jaringan periosteum. 
Epulis gravidarum adalah reaksi jaringan granulomatik yang berkembang pada gusi selama kehamilan. Tumor ini adalah lesi proliferatif jinak pada jaringan lunak mulut dengan angka kejadian berkisar dari 0,2 hingga 5% dari ibu hamil.
Epulis tipe ini berkembang dengan cepat, dan ada kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya. Tumor kehamilan ini biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan namun ada pasien yang melaporkan kejadian ini pada trimester kedua kehamilannya. Perkembangannya cepat seiring dengan peningkatan hormone estrogen dan progesteron pada saat kehamilan. Hormon progesteron pengaruhnya lebih besar terhadap proses inflamasi/keradangan. Pembesaran gingival akan mengalami penurunan pada kehamilan bulan ke-9 dan beberapa hari setelah melahirkan. Keadaannya akan kembali normal seperti sebelum hamil.
Epulis gravidarum tampak sebagai tonjolan pada gingiva dengan warna yang bervariasi mulai dari merah muda, merah tua hingga papula yang berwarna keunguan, paling sering dijumpai pada gingiva anterior rahang atas. Umumnya pasien tidak mengeluhkan rasa sakit namun lesi ini mudah berdarah saat pengunyahan atau penyikatan gigi. Pada umumnya lesi ini berukuran diameter tidak lebih dari 2 cm namun pada beberapa kasus dilaporkan ukuran lesi yang jauh lebih besar sehingga membuat bibir pasien sulit dikatupkan. Factor penyebab epulis gravidarum dapat dibagi menjadi 2. Yakni penyebab primer dan penyebab sekunder :
a.       Penyebab primer
Iritasi lokal seperti plak merupakan penyebab primer epulis gravidarum sama halnya seperti pada ibu yang tidak hamil, tetapi perubahan hormonal yang menyertai kehamilan dapat memperberat reaksi keradangan pada gusi oleh iritasi lokal. Iritasi lokal tersebut adalah kalkulus/plak yang telah mengalami pengapuran, sisa-sisa makanan, tambalan kurang baik, gigi tiruan yang kurang baik.
b.       Penyebab sekunder
Kehamilan merupakan keadaan fisiologis yang menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal, terutama perubahan hormon estrogen dan progesterone. Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesterone pada masa kehamilan mempunyai efek bervariasi pada jaringan, diantaranya pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan bertambahnya aliran darah sehingga gingiva menjadi lebih merah, bengkak, dan mudah mengalami perdarahan.
Adalah suatu hipertrofi papilla ginggivae. Sering terjadi pada triwulan pertama.
j.        Varises.
Karena pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena. Penampakan pembuluh 11 darah itu terjadi disekitar genetalia eksterna, kaki dan betis, dan payudara.

2.      Tanda kemungkinan kehamilan
a.       Perut membesar
b.      Tanda hegar
Gambar 3 : tanda hegar
Adalah pola pelunakan uterus dengan cara meletakkan 2 jari pada forniks posterior dan tangan lain di dinding perut diatas simpisis pubis, maka terasa korpus uteri seakan-akan terpisah dengan serviks ( istmus sangat lembek pada kehamilan). Pada kehamilan 6 – 8 minggu dengan pemeriksaan bimanual sudah dapat diketahui tanda hegar ini 
c.       Tanda Chadwick (warna kebiruan pada servick, vagina dan vulva). Karena hipervaskularisasi hormon estrogen.
d.      Tanda piscaseck
Gambar 4 : tanda piscasek
Merupakan pembesaran uterus yang tidak simetris. Terjadi karena ovum berimplantasi pada daerah dekat dengan kornu sehingga daerah tersebut berkembang lebih dulu.

e.       Tanda Braxton-hicks
Kontraksi Braxton Hicks adalah suatu tanda persalinan tidak pasti yang ditandai dengan uterus yang berkontraksi bila dirangsang dan datangnya kontraksi tidak menentu lamanya. Tanda ini khas untuk uterus pada masa kehamilan 32 sampai 36 minggu, dan akan semakin jelas kontraksinya pada usia kehamilan minggu ke 36.
f.       Ballotment positif
Gambar 5
Adalah teknik palpasi untuk memeriksa suatu objek yang mengapung, terutama teknik untuk memeriksa kehamilan dengan cara menggoyang-goyangkan di salah satu sisi, maka akan terasa “pantulan”di sisi lainnya, atau dengan cara memasukan dua jari kedalam vagina dan mendorong kepalamatau bokong janin sehingga janin meninggalkan dan dengan cepat kembali ke jari itu lagi.
3.      Tanda pasti kehamilan
a.       Dapat diraba dan kemudian dikenal bagian-bagian janin.
b.      Dapat dicatat dan di dengar bunyi jantung janin dengan beberapa cara.
c.       Dapat dirasakan gerakan janin dan balotmen.
d.      Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin
e.       Dengan ultrasonografi (scanning) dapat diketahui ukuran kantong janin, panjang janin (crown rump), dan diameter biparientalis hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan. Kehamilan memiliki beberapa tanda-tanda yang dapat dibedakan menjadi tiga yakni, tanda pasti hamil, tanda mungkin hamil , dan tanda tidak pasti hamil.
Tanda pasti hamil adalah adalah tanda yang menunjukan langsung keberadaan janin, yang dapat dilihat langsung oleh pemeriksa. Tanda pasti hamil meliputi
1.      Terdengar denyut jantung janin,
2.      Terasa gerakan janin dalam rahim,
3.      Pada pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada gambaran embrio (bagian-bagian janin),
4.      Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin (> 16 minggu).
DAFTAR PUSAKA

Winjosastro, Hanifa. Ilmu Kebidanan, Edisi III, Cetakan Kedelapan, Bag II, Jakarta : YBPSP . 2006.
Sulistyawati, Ari. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan, Jakarta. Salemba Medika. 2009
Murkop, Heldi, dkk. Kehamilan Apa Yang Anda Hadapi Bulan Perbulan.Jakarta: Arca. 2006