BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kehamilan
merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap wanita yang memiliki
organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan
seksual dengan seorang pria yang organ reproduksinya sehat, sangat besar
kemungkinannya akan mengalami kehamilan.
Untuk
mengatakan seorang wanita itu hamil, maka perlu dilakukan kajian terlebih
dahulu terhadap data subyektif dan obyektif yang ditemukan pada wanita
tersebut. Data subyektif artinya segala sesuatu yang dirasakan atau dialami
oleh wanita yang sedang hamil atau sering disebut dengan gejala kehamilan
sedangkan data obyektif adalah segala hal yang bisa diamati oleh orang lain pada
diri seorang wanita yang sedang hamil atau sering diistilahkan dengan tanda
kehamilan. Tanda kehamilan sendiri dibagi lagi menjadi tanda kehamilan tidak
pasti dan tanda kehamilan pasti.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian kehamilan?
2. Apa
yang dimaksud tanda-tanda kehamilan?
3. Apa
macam-macam tanda-tanda kehamilan?
4. Apa
saja tanda dugaan kehamilan?
5. Apa
saja tanda tidak pasti kehamilan?
6. Apa
saja tanda pasti kehamilan?
1.3 Tujuan
Penulisan
1) Tujuan
Umum
a. Untuk
menginformasikan kepada pembaca mengenai tanda-tanda kehamilan
b. Untuk
menambah wawasan pengetahuan kita kehamilan
2) Tujuan
Khusus
a. Mengetahui
macam-macam tanda kehamilan
b. Mengetahui
apa saja tanda dugaan kehamilan?
c. Mengetahui
apa saja tanda tidak pasti kehamilan?
d. Mengetahui
apa saja tanda pasti kehamilan?
1.4 Metode
Penulisan
Penulisan ini
menggunakan metode deskriptif dari berbagai sumber buku dan media internet.
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1
Pengertian Kehamilan
Kehamilan merupakan suatu proses
yang alamiah dan fisiologis. Setiap wanita yang memiliki organ reproduksi
sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan
seorang pria yang organ reproduksinya sehat, sangat besar kemungkinannya akan
mengalami kehamilan.

Gamba
1: kehamilan
2.2
Tanda-tanda Kehamilan
Tanda – tanda kehamilan adalah sekumpulan tanda atau gejala yang timbul
pada wanita hamil dan terjadi akibat adanya perubahan fisiologi dan psikologi
pada masa kehamilan.
2.3 Macam-macam tanda-tanda kehamilan
1. Tanda dugaan/tidak pasti kehamilan
a. Amenorea (tidak dapat haid)
Amenorrhea
adalah suatu keadaan atau kondisi dimana pada seorang wanita tidak mengalami
menstruasi sebagaimana mestinya atau secara sederhana disebut dengan tidak haid
pada suatu periode atau masa menstruasi. Setiap orang atau dapat mengalami apa
yang disebut dengan amenorrhea baik itu amenorrhea primer ataupun amenorrhea
sekunder. Dikatakan amenorrhea primer adalah pada saat belum pernah mengalami
menstruasi dan berusia 16 tahun atau lebih. Disebut dengan amenorrhea sekunder
dimana seseorang mempunyai masa/periode atau siklus menstruasi yang normal akan
tetapi kemudian seseorang tidak menstruasi selama 3 bulan atau lebih secara
berurutan.
Pada wanita sehat dengan haid yang teratur ,
amenorhoe menandakan kemungkinan kehamilan. Gejala ini sangat penting karena
umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi. Penting diketahui tanggal hari
pertama haid terakhir. Kadang-kadang amenorhoe disebabkan oleh hal-hal lain
diantaranya penyakit berat seperti TBC, Typhus, Anemia atau karena pengaruh
psychis misalnya karena perubahan lingkungan.
b. Mengidam (mengingini makanan atau minuman
tertentu).
Merupakan
keinginan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu. Mengidam
kemungkinan terjadi karena aktifnya hormon-hormon
selama kehamilan, antara lain meningkatnya kadar progesteron. Naiknya kadar
hormon ini berpengaruh pada fungsi dan metabolisme tubuh, salah satunya pada
organ pencernaan dan produksi air liur.
Pada beberapa wanita,
produksi air liur di awal kehamilan sangat meningkat. Hal ini selain
menyebabkan ia jadi sering meludah, juga timbul rasa logam dan tebal di mulut
yang membuat wanita hamil muda sering merasa mual dan muntah, dan ingin makan
makanan yang rasanya tajam, seperti asam atau asin.
Pada saat hamil wanita membutuhkan banyak zat gizi, misalnya vitamin
dan mineral ibu menjadi berkurang. Oleh sebab itu, tubuh mengalami kompensasi
(bereaksi) untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut sehingga mencari makanan
yang mengandung cukup banyak zat besi dan zat kapur. (Astuti, 27)
c. Pingsan
Pada wanita hamil terjadi pengenceran darah akibat proses kehamilan,
kekentalan darah yang berkurang menyebabakan zat penting, misalnya oksigen dan
sari makanan, tidak dapat dialirkan dengan baik di dalam tubuh. Jika salah satu
saja organ tubuh, misalnya otak kekurangan oksigen hal tersebut dapat
menyebabkan pingsan. (Astuti, 27)
d. Mammae menjadi tegang dan membesar.
Keadaan ini disebabkan oleh pengaruh estrogen dan
progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di mamma. Kelenjar montgomery
tampak lebih jelas,, tetapi bukan merupakan tanda pasti kehamilan karena hal
seperti ini juga bisa terjadi pada wanita yang akan mengalami menstruasi.
Hal ini di sebabkab oleh
hormon estrogen dan progesteron yang merangsng kantong susu dan kelenjar
montgomery di payudara sehingga membesar sebagai persiapan untuk menyusui. Rasa
nyeri dan tegang juga diikuti oleh pembesaran payudara secara bertahap. Rasa
nyeri hampir sama dengan ketika rasa nyeri setelah menstruasi. (Astuti, 30)
e.
Nausea (enek) dan emesis (muntah)

Gambar
2
Enek umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama
kehamilan, disertai kadang-kadang oleh emesis. Sering terjadi pada pagi hari,
tetapi tidak selalu. Keadaan ini lazim disebut morning sickness. Dalam
batas-batas tertentu keadaan ini masih psikologik. Bila terlampau sering, dapat
mengakibatkan gangguan kesehatan dan disebut hipermesis gravidarum.
f. Sering kencing
Terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan
tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada triwulan kedua umumnya keluhan
ini hilang oleh karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada
akhir triwulan gejala bisa timbul karena janin bisa masuk ke rongga panggul dan
menekan kembali kandung kencing.
g. Obstipasi
adalah
bentuk konstipasi parah dimana biasanya disebabkan oleh terhalangnya pergerakan
feses dalam usus (adanya obstruksi usus) disebabkan oleh pengaruh progesteron dapat menghambat
peristaltic usus (tonus otot menurun) sehingga
kesulitn untuk BAB.
Tidak lancar buang air besar disebabkan oleh
hormon steroid yang meningkat sehingga menyebabkan pertaltik usus lambat.
Kotoran menjadi sulit dikeluarkan, sedangkan cairan yang tersisa terus diserap.
Akibatnya, kotoran menajdi keras dan sulit dikeluarkan. (Astuti, 30)
h.
Pigmentasi
kulit
Terjadi pada kehamilan 12 minggu ke atas. Pada pipi, hidung, dan dahi
kadang-kadang tampak deposit pigmen yang berlebihan, dikenal sebagai kloasma
gravidarum.
i.
Epulis Gravidarum
adalah
suatu tumor yang bersifat jinak non-neoplastic dan pertumbuhannya berada di atas
gingiva (interdental papilla) yang berasal dari periodontal dan jaringan
periosteum.
Epulis gravidarum adalah reaksi jaringan granulomatik
yang berkembang pada gusi selama kehamilan. Tumor ini adalah lesi proliferatif
jinak pada jaringan lunak mulut dengan angka kejadian berkisar dari 0,2 hingga
5% dari ibu hamil.
Epulis tipe ini berkembang dengan
cepat, dan ada kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya. Tumor kehamilan
ini biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan namun ada pasien yang
melaporkan kejadian ini pada trimester kedua kehamilannya. Perkembangannya
cepat seiring dengan peningkatan hormone estrogen dan progesteron pada saat
kehamilan. Hormon progesteron pengaruhnya lebih besar terhadap proses
inflamasi/keradangan. Pembesaran gingival akan mengalami penurunan pada
kehamilan bulan ke-9 dan beberapa hari setelah melahirkan. Keadaannya akan
kembali normal seperti sebelum hamil.
Epulis gravidarum tampak sebagai tonjolan pada gingiva
dengan warna yang bervariasi mulai dari merah muda, merah tua hingga papula
yang berwarna keunguan, paling sering dijumpai pada gingiva anterior rahang
atas. Umumnya pasien tidak mengeluhkan rasa sakit namun lesi ini mudah berdarah
saat pengunyahan atau penyikatan gigi. Pada umumnya lesi ini berukuran diameter
tidak lebih dari 2 cm namun pada beberapa kasus dilaporkan ukuran lesi yang
jauh lebih besar sehingga membuat bibir pasien sulit dikatupkan. Factor penyebab
epulis gravidarum dapat dibagi menjadi 2. Yakni penyebab primer dan penyebab
sekunder :
a. Penyebab
primer
Iritasi lokal seperti plak merupakan penyebab primer
epulis gravidarum sama halnya seperti pada ibu yang tidak hamil, tetapi
perubahan hormonal yang menyertai kehamilan dapat memperberat reaksi keradangan
pada gusi oleh iritasi lokal. Iritasi lokal tersebut adalah kalkulus/plak yang
telah mengalami pengapuran, sisa-sisa makanan, tambalan kurang baik, gigi
tiruan yang kurang baik.
b. Penyebab
sekunder
Kehamilan merupakan keadaan fisiologis yang
menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal, terutama perubahan hormon estrogen
dan progesterone. Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesterone pada
masa kehamilan mempunyai efek bervariasi pada jaringan, diantaranya pelebaran
pembuluh darah yang mengakibatkan bertambahnya aliran darah sehingga gingiva
menjadi lebih merah, bengkak, dan mudah mengalami perdarahan.
Adalah suatu hipertrofi papilla ginggivae. Sering terjadi pada triwulan pertama.
j.
Varises.
Karena pengaruh dari
hormon estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena.
Penampakan pembuluh 11 darah itu terjadi disekitar genetalia eksterna, kaki dan
betis, dan payudara.
2. Tanda kemungkinan kehamilan
a. Perut membesar
b. Tanda hegar

Gambar 3 : tanda hegar
Adalah pola pelunakan uterus dengan cara meletakkan
2 jari pada forniks posterior dan tangan lain di dinding perut diatas simpisis
pubis, maka terasa korpus uteri seakan-akan terpisah dengan serviks ( istmus
sangat lembek pada kehamilan). Pada kehamilan 6 – 8 minggu dengan pemeriksaan bimanual
sudah dapat diketahui tanda hegar ini
c. Tanda
Chadwick (warna kebiruan pada servick, vagina dan vulva). Karena
hipervaskularisasi hormon estrogen.
d. Tanda piscaseck

Gambar 4 : tanda piscasek
Merupakan pembesaran
uterus yang tidak simetris. Terjadi karena ovum berimplantasi pada daerah dekat
dengan kornu sehingga daerah tersebut berkembang lebih dulu.
e. Tanda Braxton-hicks
Kontraksi Braxton Hicks
adalah suatu tanda persalinan tidak pasti yang ditandai dengan uterus yang
berkontraksi bila dirangsang dan datangnya kontraksi tidak menentu lamanya.
Tanda ini khas untuk uterus pada masa kehamilan 32 sampai 36 minggu, dan akan
semakin jelas kontraksinya pada usia kehamilan minggu ke 36.
f.
Ballotment positif

Gambar
5
Adalah
teknik palpasi untuk memeriksa suatu objek yang mengapung, terutama teknik
untuk memeriksa kehamilan dengan cara menggoyang-goyangkan
di salah satu sisi, maka akan terasa “pantulan”di sisi lainnya, atau dengan
cara memasukan dua jari kedalam vagina dan mendorong kepalamatau bokong janin
sehingga janin meninggalkan dan dengan cepat kembali ke jari itu lagi.
3.
Tanda pasti kehamilan
a.
Dapat diraba dan kemudian
dikenal bagian-bagian janin.
b.
Dapat dicatat dan di dengar
bunyi jantung janin dengan beberapa cara.
c.
Dapat dirasakan gerakan
janin dan balotmen.
d.
Pada pemeriksaan dengan
sinar rontgen tampak kerangka janin
e.
Dengan ultrasonografi
(scanning) dapat diketahui ukuran kantong janin, panjang janin (crown rump),
dan diameter biparientalis hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kehamilan adalah
suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya
diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses
persalinan. Kehamilan memiliki beberapa tanda-tanda yang dapat dibedakan
menjadi tiga yakni, tanda pasti hamil, tanda mungkin hamil , dan tanda tidak
pasti hamil.
Tanda
pasti hamil adalah adalah tanda yang menunjukan langsung keberadaan janin, yang
dapat dilihat langsung oleh pemeriksa. Tanda pasti hamil meliputi
1. Terdengar
denyut jantung janin,
2. Terasa
gerakan janin dalam rahim,
3. Pada
pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada gambaran embrio
(bagian-bagian janin),
4. Pada
pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin (> 16 minggu).
DAFTAR
PUSAKA
Winjosastro, Hanifa. Ilmu
Kebidanan, Edisi III, Cetakan Kedelapan, Bag II, Jakarta : YBPSP . 2006.
Sulistyawati, Ari. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan, Jakarta.
Salemba Medika. 2009
Murkop, Heldi, dkk. Kehamilan Apa Yang Anda Hadapi Bulan
Perbulan.Jakarta: Arca. 2006